8 Desember 2009
PBB telah menetapkan tanggal 9 Desember sebagai hari anti korupsi, semakin bertambah saja seremonial di 365 hari yang tersedia, efektifkah peringatan-peringatan tersebut?
Bila melihat seremonial-seremonial yang seringkali kita peringati dalam momen-momen tertentu ternyata hanya berakhir pada seremonial belaka, tidak berlanjut pada implementasi.
Tengoklah peringatan hari kemerdekaan, apakah berlanjut pada implementasi untuk membebaskan rakyat kecil dari penindasan dan kesewenang-wenangan?, ternyata tidak!. Penggusuran, minimnya akses rakyat untuk pelayanan kesehatan, keadilan dalam hukum, hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak masih saja menjadi penyakit kronis yang tak kunjung sembuh juga, walaupun tiap tahun seremoni hari kemerdekaan selalu meriah.
Lalu dengan peringatan hari ibu, apakah efektif peringatan tersebut? ternyata tidak juga!. Lihatlah anak-anak masa kini yang cenderung mengabaikan nasihat yang diberikan oleh orang tua, terutama oleh ibu-ibu mereka. Masih telalu banyak anak-anak yang masih suka membangkang, membentak, mencaci-maki bahkan tega menghabisi nyawa ibunya sendiri!.
Kemudian kini korupsi yang telah mendarah-daging dinegeri ini, bahkan telah mendapat gelar kehormatan sebagai negara terkorup ingin pula dilakukan peringatan atasnya. Mungkin sebagai alat untuk menggembosi pemerintahan yang berkuasa peringatan tersebut bisa efektif, tapi belum tentu tujuan utama pemberantasan korupsi bisa menjadi bagian keprihatinan bersama seluruh anak negeri. Sekali lagi ini hanya akan berakhir pada seremonial belaka tanpa ada tindak lanjut yang benar-benar bisa menjadikan korupsi sebagai musuh bersama.
Kalau memang benar-benar ingin menjadikan korupsi sebagai musuh bersama, tentunya awal reformasi dahulu jadi momentum penting untuk memulainya bagi seluruh elemen yang ada, baik pemerintah, ormas, parpol, LSM-LSM untuk bisa mengarahkan rakyat untuk memilih wakil-wakil mereka dengan cerdas. Tetapi sebaliknya yang terjadi awal reformasi malah semakin menyuburkan praktek-praktek korupsi ditahun-tahun selanjutnya, yang diawali dengan praktek money politik untuk meraih suara dalam pemilu pasca reformasi.
Kalau dizaman Soeharto korupsi berlangsung dibawah meja, diera reformasi bahkan meja-mejanya pun ikut dikorupsi, alias korupsinya begitu terang-benderang tapi sulit terjamah oleh hukum karena masing-masing pihak terkait satu sama lain, seperti yang terjadi sekarang ini!.
Butuh keteladanan, butuh hukuman yang benar-benar bikin kapok para koruptor, kalau perlu sampai pada hukuman mati didepan khalayak umum. Karena korupsi sudah begitu akut, sehingga merusak sendi-sendi kehidupan, merusak rasa keadilan, merusak kepercayaan kita sesama manusia, merusak hubungan kita dengan sang pencipta karena ibadah yang dilakukan hanya berupa ritual saja, merusak generasi-generasi penerus bangsa yang kelak diharapkan memimpin negeri ini.
Bagi saya peringatan-peringatan tersebut tidak menjadi hal yang penting untuk dilakukan, jika kita ternyata tidak mau beranjak dari pola hidup yang korup menuju pola hidup yang sehat, yang jujur, yang bertanggung-jawab terhadap hubungan sosial kita sesama manusia, juga kepada Allah SWT.
” Jangan berharap negeri ini akan terbebas dari penyakit korupsi, jika ternyata kita sendiri masih senang untuk menjadikan korupsi sebagai teman sepermainan “
Desember 8th, 2009 at 09:56
Yang paling penting adalah sikap anti korupsi…
http://mazznoer.blogdetik.com/
Desember 8th, 2009 at 09:59
yups setuju dengan kata-kata diatas, percuma diperingati hari anti korupsi segala kalo ternyata kita masih bermain dengannya…..
*kita…???? lo aja kali gw enggak
Desember 8th, 2009 at 11:18
Betullll……
Setuju..
Desember 8th, 2009 at 11:21
Kadang kita jg gak nyadar klo korupsi udah menjadi bagian dr hidup kita
hehe…
Desember 8th, 2009 at 11:59
Karena “diperingati” itulah Korupsi Tetap Tumbuh…
Desember 8th, 2009 at 12:15
yaaak! harinya diperingati korupsinya kian menjadi…?! mari kita mulai dari keluarga, adik-kakak-orangtua-anak kita juga diri kita sendiri agar membiasakan haram hukumnya makan uang orang yang bukan hak-nya! biasakan kita semua bekerja tanpa pamrih (tanpa mebel-2) agar negara ini kelaknya adil-makmur-sejahtera bagi anak cucu kita.
Desember 8th, 2009 at 12:27
Hmmmm. Diperingati dan dinikmati. Atau …. diperangi dan dilaknati.
Desember 8th, 2009 at 13:22
Betul kadang peringatan seremonial kurang bermakna atau jangan-jangan malah diartikan : 9 Desember hari anti korupsi, jadi selain tanggal itu boleh korupsi??
Desember 8th, 2009 at 13:47
Yng penting pada ujungnya pastilah penerapan dan aplikasi daripada hanya sebatas ceremonial saja, tapi dengan adanya ceemonial tersebut, setidaknya ada gregetnya lah
Desember 8th, 2009 at 13:55
korupsi di negeri ini sudah seperti lingkaran setan jd mau diperingati ato tdk…tdk berpengaruh sama sekali bagi koruptornya
Desember 8th, 2009 at 14:49
Yang aneh kok Presiden udah ketar-ketir duluan?
Desember 8th, 2009 at 16:41
Ngga’ penting banget!! Yang lebih utama adalah perubahan perilaku. Stop bluffing and take responsibility, dare to tell the truth and to punish the wrong doers, jangan main ngga’ enakkan kaya’ sekarang. Ngga heran kalau banyak investor LN yang milih negara lain yang lebih bersih dan lebih ok diajak kerjasama.
Desember 8th, 2009 at 18:00
lah korupsi lagi korupsi lagi….bikin pingin muntah aja…
EMANG HIDUP ADA ARTINYA KALO DUIT DAPET KORUPSI…
EH JANGAN MAU JADI BUDAK NAPSU…..KORUPTOR = SETAN
wassalam
http://www.usahahandoko.com
Desember 8th, 2009 at 20:08
Peringatan tdk terlalu penting. yang penting adalah mental dan sikap kita dulu yg perlu di luruskan agar jangan sampai melenceng ke arah yg namanya korupsi. Peringatan boleh lah di lakukan asal jangan sampai mengganggu kepentingan orang lain
Desember 9th, 2009 at 07:31
Semog saja, benar???Kami dukung
Desember 9th, 2009 at 08:33
Memang keadilan di negeri ini seperti mata pisau. Tajam di bawah, tumpul di atas. Ayo kita dukung ibu Prita!
Desember 9th, 2009 at 10:24
[...] padiemas TAGS: blogger, comotan, korupsi, peringatan [...]
Desember 9th, 2009 at 11:05
bang…keren postingannya…
aku copy ya?? tak postingjuga diblogku kolom-sampah.blogspot.com)
R2G : silahkan …salam kenal
Desember 9th, 2009 at 14:36
memang sulit membedakan antara KURUPSI dan REJEKI, mereka cenderung mengatagorikan rejeki, cilakakkkkk….12
R2G : nah ini kayaknya dalil yang sering dipakai….rezeki nomplok
Desember 9th, 2009 at 17:00
Korupsi adalah “ngambil keuntungan yang bukan hak-nya”. Secara mendasar siapa saja bisa melakukan korupsi di mana saja, sekalipun istilah korupsi diarahkan untuk menyoroti para penyelenggara negara yang busuk, ternyata setiap kitapun bisa meraih predikat busuk tersebut, dan hanya setiap kita yang bisa merefleksi apakah kita termasuk koruptor? http://miphz.wordpress.com/2009/12/09/korupsi-seorang-arsitek-2/ Selamat Hari Anti Korupsi.
R2G : yah koruptor kelas kakap dan koruptor kelas teri
Desember 9th, 2009 at 18:10
Jangan lupa baca 5 piagam deklarasi Indonesia Bersih di:
http://budihadmajaya.com/hari-anti-korupsi-sedunia-2009-dan-deklarasi-piagam-indonesia-bersih.html
Desember 9th, 2009 at 20:33
korupsi bau bisa terhapus kalau orang2 nya sudah benar2 sadar diri….bisa di mulai dari diri sendiri terlebih dahulu
Desember 10th, 2009 at 10:45
untuk men9in9atkan ajah kalee pak..
yan9 palin9 pentin9 seeh pemberantasan korupsi itu sendiri
Desember 10th, 2009 at 12:02
Ya Tuhan..yang maha Pengasih dan penyayang lindungilah bangsa yg kou Ciptakan ini jauhkan dr mala petaka,Anarkis dari manusia merasa yang paling benar ( karena kami takut engkau akan Marah … apabila tiada lagi rasa kasih sayang dan damai di negara ini..karena sebenarnya masih ada mahluk yg sabar yg selalu taqwa kepadamu …..
Ya Tuhan,berikanlah kesempatan pd kami untuk bersujud pada
MU Ya Allah …dan selamatkan Bangsaku..Allahu Akbar 3X.
Desember 10th, 2009 at 13:07
kl kejadianx sprti di makasar…ga penting…!!!!
Desember 10th, 2009 at 18:06
indonesiaunite
Desember 10th, 2009 at 19:23
Korupsi adalah racun dunia.Emang menyakitkan…
Desember 11th, 2009 at 08:35
tidak perlu peringatan hari anti korupsi sedunia
sebenarnya DEMONSTRASI/AKSI itu sendiri adalah KORUPSI…
Korupsi Ketertiban Umum
Korupsi Fasilitas Rakyat yg DIRUSAK
Korupsi Waktu (seharusnya digunakan untuk karya nyata. Mahasiswa belajar / aktivitas kampus lainya, Orang Muhamadiyah harusnya urus penguatan akidah, Politikus harusnya waktu merenung perkuat spiritualnya)
Korupsi kejernihan pemikiran rakyat dengan Opini Publik
Berkarya Nyata bERANTAS kORUPSI bukan TERIAK LANTANG ketika ada Moment Media siap Meliput..
Desember 11th, 2009 at 21:39
hari kebangkitan nasional — ayo kita bangkit
hari kemerdekaan — ayo kita merdeka
hari pendidikan — ayo kita pandai
hari korupsi — ayo kita korupsi ….. ??!!
Desember 14th, 2009 at 11:55
Hari anti korupsi bukan hanya sekedar ritus tahunan, tapi lebih dari itu, dalam artian harus mampu membrikan spirit pada semua elemen Bangsa untuk bahu membahu dalam melawan koruptor, juga harus dijadikan semangat untuk membentengi diri dari sikap, perilaku yang yang koruptif
Desember 15th, 2009 at 14:36
ya penting juga sih…sekarang korupsi dah sampe tingkat Rt,,dipondokcina , proyek pembangunan got…yang dinamai ksm permata 2 di rw 06 …cuma poles got yang sudah ada..bisa habisin 21 juta..tenaga kerjanya warga kerja bakti…sampai saat ini laporan keuangan ga ada kemasyarakat..waktu diminta ma pa rw..koordinator marah…warga protes koordinator marah…wahhh..memang hebat ni koordinator…apa lagi klo yang begini pegang jabatan dipemerintahan…untuk cuma koruptor tingkat rt..waktu gas gratis..dijual ma ni orang 10.000,…tinggal di kali…120 kk…lumayan…
Desember 16th, 2009 at 12:00
ternyata teman sepermainan saya adalah korupsi
Februari 13th, 2010 at 12:13
Buat apa memperingati hari korupsi kalo yang bikin juga korupsi