Mau Bogem?, Berbuat Isenglah!

30 Mar 2010

Bagaimana rasanya kehilangan benda berharga atau benda yang memiliki fungsi vital dalam kehidupan kita?, tentu akan beragam reaksi yang timbul dari kita apakah yang bersifat reaksi yang berlebihan atau memandang kejadian tersebut sebagai bahan renungan atau ujian atas apa-apa yang kita miliki.102_20732

Hari Rabu minggu kemarin rupanya jadi hari yang begitu memicu emosi bagi saya, handphone yang selama ini digunakan sebagai alat komunikasi andalan, juga sebagai sarana untuk mengintip dan berkomentar saat blogwalking harus raib, awalnya saya hanya berfikir “ah..mungkin ini memang saatnya hape tersebut untuk dicariin penggantinya”.

Tapi ternyata insting seolah mengajak otakku untuk terus mengingat kembali saat-saat terakhir saya menggunakan hape tersebut. Setelah dicari ditempat-tempat yang saya singgahi hari itu, ternyata tidak ketemu juga. Kebetulan hape yang saya gunakan sedang menggunakan kartu ponsel yang berbeda dari yang biasannya yang saya pakai, jadi tidak dihapal nomer hape yang hilang tersebut.

Tetapi biasanya saya suka menyimpan nomer-nomer hape yang saya miliki dihandphone, kebetulan hape lama saya masih bisa digunakan walau terkadang suka error, dan mulailah saya mencari nomer hape saya yang hilang tersebut. Didalam hape tersebut ternyata hanya tercatat nomer hape dari kartu yang sudah expired, so saya tidak bisa menghubungi hape yang hilang tersebut sekedar untuk memastikan bahwa hape tersebut sudah tak lagi menjadi miliki saya.

Kebetulan saya pernah menjadikan nomer yang ada dihape yang hilang tersebut untuk meng-SMS istri, so saya hubungi istri dengan harapan hape saya tersebut hanya terselip atau terjatuh (saya akui memang sering kehilangan akibat dari kelalaian). Setelah mendapat nomer dari hape yang hilang tersebut, saya mencoba menghubungi beberapa kali dan ternyata masih bisa dihubungi walau tidak menjawab panggilan saya. Biasanya hape yang hilang akan segera dibuang kartunya oleh orang yang menemukannya, tapi ternyata tidak!.

Rasa penasaran akhirnya membuat saya keliling dari satu tempat ketempat yang lain (pada saat kejadian saya sebenarnya masih dalam kondisi disibukkan oleh kerjaan yang menuntut kehadiran saya), hanya untuk memastikan bahwa hape itu sebenarnya tidak hilang, melainkan ada tangan jahil yang ingin memiliki hape tersebut.

Rupanya rasa penasaran dan insting saya menjawab “kegelisahan” selama tiga jam lebih mencari hape yang hilang tersebut!. Hmmm….ada yang tersenyum-senyum tersipu (jijik juga melihat tuh muka!), setelah beberapakali saya lakukan panggilan melalui hape satunya, “oooohh…ternyata dia yang ngerjain saya!”…..masih terdengar bunyi ringtone yang begitu membuat hati berdesir jika mendengarnya, tetapi tidak dengan emosi yang sedang saya tahan.

Tanpa banyak basa-basa lagi saya kepalkan tinju saya kerekan kerja yang rupanya sejak dari tadi senyam-senyum dari jauh melihat kebingunan dan rasa penasaran saya atas hape yang hilang tersebut, walau berupaya mengelak namun tak pelak lagi bogem mentah mendarat disisi kiri bahunya. Saya rasa cukup buat dimengerti oleh rekan saya tersebut, atas keisengan yang samasekali tidak lucu itu!. (Sebenarnya nih orang tidak biasa diajak bercanda, tapi begitu asyiknya kemarin senyum-senyum tanpa dosa, dan mengatakan bahwa bukan dia yang mengambil hape saya tersebut, melainkan rekan saya yang lain). Hmmm…salah dia sendiri kenapa mau berkomplot untuk berbuat iseng, padahal gak suka diisengi ( wong diledek saja sudah membuat rekan saya tersebut mukanya merah padam).

Sungguh kejadian kehilangan seperti minggu kemarin itu jika dalam kondisi normal tidak sampai harus mengeluarkan bogem mentah, karena memang saya suka lalai. Tapi pada saat itu fikiran dan emosi saya sedang tercabang kemana-mana, kerjaan yang harus diselesaikan hingga dini hari, ibu yang sedang terbaring tak berdaya dirumah sakit, anak yang sedang sakit, hmmmm…hari yang begitu melelahkan.

“Tapi satu hal yang menjadi sifat saya selama ini adalah emosi yang tercurah hanya pada saat puncak saja, selanjutnya saya berusaha untuk melupakan dan mencoba melerai emosi diri sendiri dan tidak memperpanjang masalah.”




TAGS HP Hilang Teman Iseng Bogem mentah


-

Author

Follow Me