Makelar Kesehatan, Rajanya Makelar!
Berada dalam kondisi sakit bisa memberikan dua hal yang bertolak belakang, bisa dijadikan sarana muhasabah betapa nikmatnya sehat itu sekaligus menjadi wilayah pengampunan Allah SWT terhadap dosa-dosa hambanya jika kita mampu mengolah “sakit” itu menjadi alarm untuk bertaubat. Sebaliknya jika sakit itu ditanggapi dengan sikap yang negatif maka yang terjadi adalah kita berkeluh kesah hingga mempersalahkan Allah SWT. Lalu apa hubungannya dengan makelar kesehatan sebagai rajanya makelar dengan sakit yang kita derita?
Sepintas tak ada hubungan antara sakit yang kita alami dengan makelar kesehatan, tetapi jika kita telusuri lebih dalam maka akan terlihat bahwa hubungan antara sehat dan sakit ini sangat erat kaitannya dengan makelar kesehatan!. Bila melihat semakin beragamnya penyakit yang timbul, ini tidak terlepas dari makanan dan minuman serta obat-obatan yang kita konsumsi selama ini.
Apakah kita yakin makanan dan minuman serta obat-obatan yang kita konsumsi selama ini telah terjamin dan mengandung dua unsur yang harus terpenuhi, yaitu halal dan baik?
Dizaman yang serba modern ini, hampir seluruh sisi kehidupan ini disuguhi dengan hal yang serba instan, terutama soal makanan, minuman dan obat-obatan. Diakui ataupun tidak para produsen makanan, minuman dan obat-obatan baik yang tradisional maupun modern dalam mengolahnya telah menanamkan “ranjau” terhadap kesehatan kita. Dari sinilah awal mula lahirnya makelar-makelar yang menghebohkan negeri ini, bukan makelar makelar kasus, makelar pajak, makelar hukum yang berujung pada korupsi yang membahana diseluruh level kekuasaan yang menjadi rajanya makelar, tetapi makelar kesehatanlah yang menjadi rajanya.
Itu semua bermula dari perut atau tubuh kita yang telah mengkonsumsi makanan, minuman dan obat-obatan yang tidak memenuhi dua unsur tadi, yaitu halal dan baik. Bila makanan, minuman dan obat-obatan yang kita konsumsi tidak baik bahkan mengandung unsur haram, maka tidak mengherankan jika perilaku yang timbul dari diri kita adalah perilaku yang tidak baik dan menjurus pada hal-hal yang haram. Oleh karena itu kita patut merenungi dan menelaah dengan cermat, apakah makanan, minuman dan obat-obatan yang kita konsumsi telah memenuhi dua syarat tadi atau tidak?.
Pemerintah sebagai otoritas yang paling bertanggung-jawab dalam usaha menyehatkan rakyatnya harus mengambil kebijakan yang tegas terhadap para produsen makanan, minuman dan obat-obatan yang selama ini merugikan masyarakat, jangan sampai alasan pendapatan negara semata malah merugikan rakyat dalam jangka panjang.
Ilusi-ilusi yang ditampilkan melalui media televisi khususnya dalam tayangan-tayangan iklan makanan, minuman dan obat-obatan harus dievalusi ulang oleh pemegang kebijakan, karena diyakini apa yang ditawarkan sesungguhnya “racun” yang menggerogoti kesehatan kita dimasa mendatang. Kita sebagai konsumen seharusnya juga jeli dalam memilih makanan, minuman dan obat-obatan yang akan kita konsumsi, jangan sampai ikut tergoda karena tayangan iklan yang begitu gencar menghampiri.
Tonggak awal pemberantasan segala hal yang berbau “makelar” dalam arah yang negatif, seperti makelar hukum, pajak dan dan lain sebagainya harusnya bisa dimulai dari para makelar kesehatan yang selama ini telah meloloskan ribuan bahkan jutaan merek makanan dan minuman kepasaran dan dikonsumsi oleh masyarakat luas yang bekerjasama dengan para produsen. Departemen kesehatan tentu mengambil peran yang signifikan dalam menjaga stabilitas “kesehatan” negeri ini dan melakukan kerjasama dengan instansi dan lembaga yang terkait.
” Bila rakyat mengkonsumsi makanan, minuman dan obat-obatan yang halal dan baik, insyaallah kesehatan jasmani dan rohani akan terpelihara sehingga dengan sendirinya segala bentuk makelar yang merugikan dinegeri ini akan terkikis seiring semakin sehatnya penduduk dipenjuru negeri”



Mei 5th, 2010 at 14:07
makelar kesehatan tak hanya ada di pabrik makanan, tapi juga di Rumah Sakit
[Reply]
Mei 6th, 2010 at 22:52
Makelar?
No way…
Apapun itu.
Semoga suatu hari nanti, Indonesia akan bebas dari segala macam makelar, makelar kasus, makelar pajak dan yang ditulis di posting ini…makelar kesehatan
[Reply]