Jaga Sumber Air Minumnya, Pakai Pureit-nya

5 Dec 2012

Produk tekhnologi pengolahan air mentah menjadi air siap minum kini bisa kita dapatkan dengan harga yang terjangkau. Pureit yang diproduksi oleh PT. Unilever adalah salah satu produk yang memberikan kemudahan dan penghematan dari sisi biaya dan energi.

Informasi tentang produk tekhnologi pemurni air siap minum ini bisa anda baca di website resminya . Dengan melihat tampilannya saja sangat menarik minat untuk memiliki produk Unilever tersebut, apalagi setelah membaca tentang manfaat yang bisa kita dapatkan.

Pureit: Pureit adalah cara mudah, praktis dan dengan harga yang terjangkau untuk mendapatkan air minum yang terlindungi dari kuman berbahaya.

-. Tidak memerlukan sambungan ke keran air

-. Sangat praktis digunakan. Tinggal tuang air tanah/PAM mentah yang biasa dimasak untuk minum kedalam Pureit

-. Kapasitas wadah atas 9 liter dan wadah transparan 9 liter

-. Tersedia dalam dua warna pilihan : putih biru dan putih marun

***

Pengematan biaya dan energi dengan menggunakan produk Pureit jelas bisa dirasakan oleh keluarga kita. Terlebih bagi anak kost yang cenderung tidak mau repot menggotong-gotong air galon dari toko kekostan. Cuma buka pintu kamar mandi, air yang siap diolah oleh Pureit tinggal digayung saja (tapi jangan sampai ketahuan ibu atau bapak kost kalau kita minum dari air kamar mandi, apalagi sampai jual dalam kemasan segala ketetanggga kanan kiri :) ).

Pureit jelas memberikan kemudahan bagi kita untuk mendapatkan air siap minum, akan tetapi kita punya tanggung-jawab bersama terhadap alam yang selama ini kita gunakan segala manfaat yang ada didalamnya. Terutama terhadap sumber-sumber air yang ada.

07607945ed0e77297b1413a102a74040_img0065a

Perkampungan Nelayan Cilincing-Jakarta Utara (dok.pribadi)

Lihatlah perkampungan nelayan diatas, untuk mendapatkan air bersih saja penduduk yang mendiami wilayah bantaran sungai tersebut harus membeli dari penjual air keliling dengan harga yang cukup mahal. Terlebih untuk mendapatkan air untuk diminum, mereka sudah pasti menjadi pelanggan tetap counter-counter air minum isi ulang atau air kemasan bermerk yang dijual ditoko-toko dan warung sekitar.

Hitam legamnya warna air sungai tersebut jelas tidak dimungkinkan untuk dituangkan langsung kedalam produk Pureit. Karena Pureit hanya bisa digunakan untuk kadar air seperti air PAM atau air tanah, bukan seperti air sungai yang kita lihat dalam gambar diatas.

Pembeli Air Menggunakan Jerigen (dok. pribadi)

Pembeli Air Menggunakan Jerigen (dok. pribadi)

Untuk mengolah air sungai tersebut menjadi air yang layak, apalagi untuk minum jelas membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Oleh karena itu bagi kita yang masih diberikan keleluasaan untuk menggunakan air dari sumber-sumber mata air yang masih terjaga ke alamiannya untuk menjaga lingkungan sumber air tersebut.

Keluarga besar penulis kebetulan menggunakan air tanah yang didapatkan dari proses pengeboran. Kedalaman sumur bor tersebut 30 meter saja yang berada halaman depan rumah kami. Air dari sumur bor tersebut digunakan untuk segala kebutuhan, mulai dari air minum, cuci, mandi, dll. Bahkan dalam keadaan musim kemarau, tetangga kiri dan kanan sering menggunakannya. Kurang lebih 17 tahun yang lalu sumur bor tersebut ada, hingga kini belum pernah terjadi kekeringan.

Salah satu sebab mengapa air disumur bor tersebut tetap memancarkan airnya selama 17 tahun tersebut adalah karena di sekitar sumur bor tersebut ditanami pohon beringin dan jambu air yang mengikat air dalam tanah. Oleh karena itu keluarga kami yang tadinya berlangganan air dari PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) memutuskan tidak lagi menggunakannya, karena kebutuhan akan air sudah terpenuhi oleh air dari sumur bor tersebut.

Sumur Bor Kedalaman 30 Meter (dok. pribadi)

Sumur Bor Kedalaman 30 Meter (dok. pribadi)

Pohon Jambu Air dan Beringin Dihalaman Depan Rumah (dok.pribadi)

Pohon Jambu Air dan Beringin Dihalaman Depan Rumah (dok.pribadi)

Air yang mengalir melimpah kepenampungan di halaman belakang rumah (dok. pribadi)

Air yang mengalir melimpah kepenampungan di halaman belakang rumah (dok. pribadi)

Melakukan penghijauan terhadap sumber-sumber mata air jelas harus dilakukan agar tidak terjadi bencana kekeringan dan terlebih bahaya banjir karena tak ada lagi pohon-pohon dan tanaman yang bisa mengikat air yang turun dari langit. Pohon jati, rumput akar wangi, pohon bambu, pohon beringin adalah beberapa contoh tumbuhan yang bisa dijadikan sarana pengikat air tanah kita, karena daya serap terhadap air yang cukup tinggi dibandingkan tumbuhan lain, sehingga bisa mengikat air didaerah tumbuhan tersebut hidup.

Pohon Jati

pohon bambu

rumput akar wangi

pohon beringin

Bukan hanya tugas mereka yang hidup didaerah pegunungan saja, bagi penduduk yang hidup didaerah lembah/perkotaan yang masih dimungkinkan menggunakan air tanah melalui pengeboran, juga harus memiliki tanggung-jawab yang sama terhadap penjagaan sumber-sumber air diseputar halaman rumah kita.

Jangan biarkan halaman rumah kita ditutupi oleh paving block, aspal, atau beton. Pembuatan lubang biopori untuk menampung dan mengolah sampah rumah tangga kita yang bisa diolah oleh alam untuk menjadi pupuk kompos adalah bentuk nyata kepedulian kita terhadap alam dan bisa diwujudkan tanpa harus mengeluarkan biaya yang besar, sekaligus sebagai sarana untuk mengikat air agar tidak langsung turun kealiran air yang lebih rendah. Setelah lubang biopori tersebut menghasilkan kompos maka bisa digunakan untuk menyuburkan tanaman yang ada dihalaman rumah kita.

Lubang Biopori (http://the-incandescent.blogspot.com)

Lubang Biopori

Alat Pembuat Lubang Biopori

Alat Pembuat Lubang Biopori

Langkah penyelamatan sumber mata air minum kita memang tidak semudah kita menggunakan Pureit, tinggal tuang dan siap minum. Tetapi dibalik usaha yang kita lakukan terhadap sumber air minum yang ada diseputaran rumah kita, akan semakin membuka peluang kita untuk menggunakan tekhnologi pemurnian air biasa menjadi air siap minum seperti Pureit secara maksimal.

Bagaimana mungkin kita akan menggunakan Pureit sementara sumber air yang ada tidak seperti yang dianjurkan atau seperti air sungai dalam gambar diatas. Semakin banyak sumber-sumber air yang terjaga, akan semakin banyak penggunaan tekhnologi water purifier, Pureit!.

Selain menjaga kelestarian sumber air minum kita, juga harus menjaga perilaku kita untuk tidak menghambur-hamburkan persediaan air yang ada, membuang sampah sembarangan yang membuat sumber-sumber air minum kita tercemar oleh limbah. Membangun rumah dengan melihat keseimbangan antara bangunan dan halaman hijaunya juga harus diperhatikan. Semaksimal mungkin halaman rumah kita menjadi “bank air” bagi kita dan lingkungan sekitar kita. Bila hal ini menjadi kesadaran bersama tentu tekhnologi water purifier seperti Pureit tidak menjadi produk pajangan saja. Kita butuhkan produk tersebut karena halaman rumah kita mampu memasok air mentah yang siap diolah oleh Pureit!. Bila sumber air minum kita terjamin kelestariannya dan penggunaan water purifier seperti Pureit dijadikan gaya hidup, mudah-mudahan kesehatan kita terjamin. Karena produk Pureit memang menghasilkan kualitas air minum yang memenuhi kriteria air sehat, yaitu :

  • Air harus bersih dan tidak keruh.
  • Tidak berwarna Apapun.
  • Tidak Berasa Apapun.
  • Tidak berbau apapun.
  • Suhu antara 10 25 c
  • Tidak Meninggalkan endapan.

4 Stage Saringan Serat Mikro

Mengilangkan kotoran

4 Stage Filter Karbon Aktif

Menghilangkan parasit & pestisida berbahaya

4 Stage Prosesor Pembunuh Kuman

Dengan ‘programmed disinfection technology’ menghilangkan bakteri dan virus berbahaya yang tidak terlihat.

4 Stage Penjernih

Membuat air jernih, tidak berbau dengan rasa yang alami

Mari kita tengok halaman rumah kita, kanan dan kiri, depan dan belakang apakah memungkinkan untuk melakukan proses menjadikan halaman rumah kita sebagai bank air. Halaman yang bisa dijadikan sumber utama kebutuhan air sehari-hari dengan tetap menjaga keseimbangan ekosistem yang ada.

Jangan lupa jaga sumber air minum kita dan gunakan produk water purifier, Pureit!

Referensi foto & tulisan : Pureit Water,Female Kompas, darmaji, peradah, bunda naomi, sagolagro, Kamus Ilmiah , dokumentasi pribadi, Lubang Biopori, madanitec

Tulisan ini diikut-sertakan dalam lomba blog dengan tema “Kelestarian Sumber Air Minum” yang diadakan oleh Unilever dengan produk Pureit-nya.


TAGS pureit unilever sumber air minum lubang biopori sampah organik


-

Author

Follow Me