Agus Sutondo : Dari Korupsi APBD Depok Sampai Korupsi Komentar

25 Mar 2013

Penulis tidak mengingat persis kapan pertama kali mengenal akun yang mengaku dikelola oleh Agus Sutondo di blogdetik ini. Beberapa tulisan-tulisannya sempat penulis baca meskipun tak pernah meninggalkan komentar mengingat aroma tulisan yang lebih kepada menjurus fitnah dan cerita bohong.

13639496631551856259

Beberapa minggu kebelakang seiring kasus yang menimpa politisi PKS, akun Agus Sutondo kecipratan tenar dengan tulisan-tulisan yang seolah-olah penuh kebenaran tersebut. Karena isi tulisannya sangat terkait erat dengan posisinya yang mantan anggota DPRD Depok tersebut dalam mengkritisi lawan-lawan politiknya, terutama PKS.

23cd022dfabf8a8c179b1f8aa801d068

Apakah Agus Sutondo menulis dengan semangat menguak tabir kebenaran? Penulis hanya ingin memaparkan bukti-bukti sepele saja, apakah Agus Sutondo layak dipercaya atau bahkan layak dikasihani terkait dirinya yang menjadi korban dalam kasus korupsi APBD Depok dan dituliskan melalui akun kompasiana dan beberapa akun lainnya.

5f5e486e3aa536ee7d268d85d912a924

Bukti Pertama : Komentar diatas (19 maret 2013) adalah hasil korupsi Agus Sutondo yang bisa dibaca dalam tulisan yang berjudul Mantan Presiden PKS Diduga Terlibat PKI di akun blogdetik. Redaksinya tidak saya ingat persis namun tidak seperti yang terlihat dalam gambar diatas, hanya kata bro….bro….kirain saja yang merupakan kalimat dari penulis, selebihnya hasil rekayasa Agus Sutondo!. Mengingat Agus Sutondo telah melakukan korupsi atas komentar yang penulis berikan dalam tulisannya tersebut, kembali penulis mencoba memberikan komentar kedua.

b110253b8b132f07447f59233d4ee2c3

Bukti Kedua : Gambar diatas adalah isi komentar penulis yang masih dalam bentuk darft yang belum dikirimkan Oh.anda suka merubah (pen=seharusnya mengubah) kalimat para komentator ya??? Kirain anda berubah setelah tersangkut kasus korupsi APBD DEPOK, ternyata sampai isi komentar anda korupsi juga!!!

18574d2bc1a5aa2ea25468ca72083e0a

Gambar diatas setelah komentar dikirimkan dalam tulisan Agus Sutondo yang menunggu moderasi dari pemilik akun.

55d50b03ebd675d783468e69a5fc7d24

Gambar selanjutnya menunjukkan hal yang sungguh diluar dugaan, ternyata Agus Sutondo melakukan hal fatal dengan memenggal seluruh kalimat dari komentar yang saya kirimkan dengan hanya meninggalkan tanda tanya saja (????) .

Bukti Ketiga : Komentar terakhir yang telah dipangkas oleh Agus Sutondo menjadi tanda tanya saja (????) kembali ditambahkan kalimat “mantap bro”.

1363963668905878283

Betapa sungguh memalukan tindakan Agus Sutondo ternyata, bukan hanya tersandung kasus korupsi APBD Depok saja, sampai komentar pun ikut dikorupsi!. Lantas masih layakkah blogger memberikan apresiasi atas tulisan-tulisan yang tampak seperti kebenaran. Mengingat ada beberapa blogger yang mengagung-agungkannya dan sampai-sampai memposisikan Agus Sutondo seperti Nazarudin. Bahwa kicauannya adalah sebuah kebenaran, hanya karena seorang Agus Sutondo pernah menjadi wakil rakyat yang mengetahui kebobrokan rekan-rekannya sendiri di DPRD Depok pada periode yang menjadikannya sebagai tersangka kasus korupsi APBD.

***

Menjadi blogger boleh dibilang susah-susah gampang tidak hanya butuh latihan terus-menerus untuk menghasilkan sebuah tulisan. Terlepas apakah tulisan tersebut bagus atau tidak, bermanfaat atau tidak bermanfaat pada akhirnya akan menuntut blogger untuk menyiapkan waktu melebihi waktu yang telah ia luangkan untuk menghasilkan sebuah tulisan.

Tulisan yang dipublikasikan oleh seorang blogger, apalagi jika kemudian mendapatkan kesempatan dibaca oleh banyak orang dan dikomentari tentu akan mendatangkan banyak hal. Salah satu hal yang sangat mungkin terjadi, terutama pada postingan-postingan opini adalah kontra opini bahkan hingga hal terburuk yaitu pelecehan terhadap penulis hingga berurusan dengan hukum bila ternyata tulisan yang dibuat lebih cenderung mengarah kepada fitnah dan kebohongan.

Menjadi politisi sekaligus blogger mungkin bukan hanya Agus Sutondo saja yang melakukannya di Blogdetik ini. Tetapi menjadi blogger yang bertanggung-jawab dan siap menghadapi segala kemungkinan yang timbul akibat dari tulisan-tulisannya ternyata tidak dimiliki oleh Agus Sutondo. Ada yang mengatakan Agus Sutondo sebagai maling teriak maling, mengingat track recordnya sebagai mantan anggota DPRD Depok yang tersangkut korupsi dan kini dalam tulisan-tulisannya berteriak-teriak anti korupsi dan menuduh pihak lain melakukan korupsi.

Tindakan menghapus komentar bahkan jauh lebih bisa diterima bila dibandingkan apa yang telah dilakukan oleh Agus Sutondo yang dengan seenaknya mengubah isi komentar yang bertentangan dengan ekspektasi yang ia harapakan dari tulisan-tulisan yang telah dibuatnya.

Bila urusan komentar saja Agus Sutondo bersedia mengkorupsi, apalah lagi soal uang rakyat yang dianggarkan dalam APBD Depok!. Saran saya sebagai sesama penulis di blogdetik ini untuk Agus Sutondo adalah berhentilah menulis bila belum sanggup untuk menerima konsekuensi dari tulisan yang dibuat. Bangun kejujuran terhadap diri sendiri agar orang lain bisa menghargai dan mempercayai anda dengan simpati dan empati. Karena noda hitam, masalah dimasa lalu tidak akan pernah menghalangi anda untuk merengkuh jalan kebaikan dimasa depan bila itu yang sedang anda bangun sekarang.

Bagi blogger dan pembaca yang ingin memberikan komentar dalam tulisan-tulisan Agus Sutondo agar berhati-hati dengan cara mendokumentasikan draft komentar sebelum mengirimkannya, agar kejadian yang dialami oleh penulis tidak terulang kembali serta hal-hal yang tidak diinginkan dikemudian hari bisa diminimalisir.


TAGS Agus Sutondo korupsi APBD Depok Korupsi komentar


-

Author

Follow Me