Dukung Jokowi?, Pilih Dong Caleg PDIP-nya!

20 Mar 2014

Jokowi & PDIP

Jokowi & PDIP

Realita Jokowi & PDIP

Tidak cukup hanya menjadi seorang presiden agar bisa memimpin dan membangun Indonesia. Kekuasaan eksekutif saat ini tidak seperti zaman orde baru, perlu kekuatan legislatif yang menyokongnya agar pemerintahan bisa berjalan efektif. Namun kekuasaan eksekutif dan kekuatan legislatif tidak akan banyak membantu jika tidak memiliki komitmen yang tulus untuk membawa bangsa Indonesia hidup lebih adil dan sejahtera (indigo 2014)

Penulis bertanya kepada seorang teman (seorang supir truck trailer) tentang pilihannya di pilpres 2014 mendatang, “nanti pilihannya siapa?, ia menjawab lugas “Jokowi!”, lalu penulis memberikan pernyataan sekaligus pertanyaan “berarti milih caleg PDIP dong!?”, ia terdiam sejenak. Kemudian ia berkata ” enggaklah, saya cuma mau pilih Jokowi saja!”. Lalu saya memberikan gambaran bahwa untuk menjadikan Jokowi sebagai calon presiden, maka harus mendapatkan suara nasional 20 persen. Oh..gitu ya? ujar teman tersebut. ” Ahh..saya mah sudah trauma dengan PDIP!”, ujarnya. Penulis tidak mempertanyakan kenapa teman tersebut trauma, penulis hanya menekankan kembali bahwa untuk menjadikan Jokowi sebagai seorang calon presiden harus terlebih dahulu memilih caleg dari PDIP karena terkait dengan presidential treshold.

PDIP Dari Pemilu Ke Pemilu

Perolehan pemilu legislatif Partai Demokrasi Perjuangan (PDIP) dari tahun 1999 hingga tahun 2014 mengalami trend yang selalu menurun.

Tahun 1999 : Suara nasional yang diperoleh 33,74% dengan jumlah anggota DPR-RI 153 orang
Tahun 2004 : Suara nasional yang diperoleh 18.53% dengan jumlah anggota DPR-RI 109 orang
Tahun 2009 : Suara nasional yang diperoleh 14.03% dengan jumlah anggota DPR-RI 95 orang
Tahun 2014 : …………………….????

Apabila melihat perolehan suara PDIP diatas maka bisa dipastikan bahwa tingkat kepercayaan rakyat terhadap kader-kader PDIP yang diusung untuk menjadi calon DPR-RI semakin menurun. Artinya ada permasalahan serius yang harus segera dibenahi oleh pengurus dari tingkat pusat hingga daerah untuk memastikan bahwa trend penurunan suara tersebut tidak berlanjut ditahun 2014 ini.

Presidential Treshold

Untuk mendongkrak perolehan suara dari PDIP 14% menjadi 20% membutuhkan kerja keras, agar pencalonan Jokowi sebagai calon presiden dari PDIP bisa berjalan mulus. Karena ambang batas partai atau gabungan partai untuk mengusung calon presiden ditahun 2014 ini masih tetap berlaku, meskipun ada yang mengajukan judicial review terhadapnya. Jika PDIP tidak mampu untuk memenuhi persyaratan tersebut maka akan ada kemungkinan Jokowi tidak dapat melanjutkan pencalonannya menjadi calon presiden RI versi KPU. Ada beberapa kemungkinan yang bisa terjadi apabila PDIP tidak mampu menuhi presidential treshold, Pertama , PDIP gagal mengusung Jokowi sebagai calon presiden, Kedua , Jokowi maju sebagai calon wakil presiden dari partai pengusung yang perolehan suaranya lebih kecil, Ketiga, tidak ada satupun partai yang mau bergabung dengan PDIP untuk memenuhi presidential tresholod, karena masing-masing sudah memiliki calon presiden masing-masing

Jokowi , PDIP & Jokowi Lovers

Untuk mencegah ketiga kemungkinan tersebut diatas, maka seluruh tim sukses harus bersatu padu, bahu membahu untuk meyakinkan rakyat agar di pemilu legislatif mau menggunakan hak pilihnya dan memilih caleg-caleg yang berasal dari PDIP untuk meloloskan Jokowi menjadi calon presiden. Jangan sampai rakyat berfikir seperti yang difikirkan oleh teman penulis dalam fragmen diatas, “JOKOWI YES, PDIP NO”.

Cara yang bisa dilakukan sebenarnya cukup mudah dan cukup waktu hingga pemilu legislatif digelar 9 April mendatang. Bukan dengan kampanye terbuka seperti yang sedang berlangsung, tetapi kampanye door to door. Dengan bekal perolehan suara terakhir sebesar 14 % tersebut, tentu tidak sulit untuk mengerahkan kader dan simpatisan bergerak dari pintu ke pintu, apalagi bila ditambah dengan Jokowi lovers untuk meyakinkan rakyat bahwa bila menginginkan Jokowi menjadi calon presiden maka harus memilih caleg-caleg dari PDIP untuk duduk sebagai calon anggota DPR-RI.

Penulis hanya berpesan bagi para calon pemilih dan Jokowi lovers untuk memilihkan calon-calon aleg dari PDIP yang berkualitas dan berintegritas agar jika kemudian Jokowi terpilih menjadi presiden RI berikutnya bisa bekerja dengan dukungan penuh dari fraksi PDIP di DPR-RI untuk menggolkan setiap kebijakan pro-rakyatnya.

Sebagai penutup, kita sudah melalui dua periode kepemimpinan dengan dukungan besar rakyat hingga 60% lebih plus angka golput yang hampir 40% melalui 2 pemilihan presiden, tetapi tidak banyak perubahan yang signifikan bagi rakyat, kecuali dipertontonkannya para pelaku korupsi dari berbagai lini. Jangan sampai pemilu kali ini hanya menghasilkan pemimpin boneka dan wakil rakyat yang kembali melanggar sumpah dan janji-janjinya kepada rakyat.

SUMBER GAMBAR : INILAH.COM


TAGS PDIP Jokowi Pilpres 2014 Pileg 2014 Jokowi Lovers Presiden RI


-

Author

Follow Me