• 11

    Jul

    Perjuangan Ngeblog Di Blogdetik

    Fight never ending untuk tetap ngeblog di Blogdetik, mungkin itu yang dirasakan disepanjang perjalanan blogging saya hingga saat ini. Menuangkan apa yang terlintas dalam fikiran dan hati kita kedalam sebuah tulisan memang tak pernah menjadi sangat mudah meskipun beratus-ratus lembar kertas dan berliter-liter tinta sudah pernah kita gunakan. Apalagi untuk tulisan yang dipublikasikan ke seantero dunia melalui fasilitas internet dan layanan blogging gratis maupun yang berbayar. Selain keterbatasan kemampuan dalam menulis, waktu yang tidak begitu luang dan minimnya kosakata yang kita miliki untung menjadi penghantar dari ruang rasa dan karsa kita menjadi sebuah postingan, perjuangan untuk tetap melakukan update atas blog yang kita miliki juga harus menghadapi kendala yang berasal dari luar di
  • 16

    Jun

    Blogdetik, Rumah Aspirasiku

    Rumah adalah tempat ternyaman sebagai tempat berlindung dari panas dan hujan, tempat pertama untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang timbul dari luar dan dalam rumah itu sendiri, tempat melihat tumbuh tumbuh kembangnya sebuah keluarga, tempat yang kemudian menjadi “surga” bagi kita. Sangat pantas apabila kita akan terus menjaga kenyamanan didalamnya. Sebagai bagian individu yang menghuni negeri ini, saya termasuk yang paling sering mengamati dinamika perpolitikan nasional meskipun kini tak terlalu bersinggungan langsung dengan hiruk-pikuknya politik dilapangan. Rumah adalah salah satu tempat untuk mendiskusikan, mengajarkan, mengimplemantasikan bagaimana berpolitik dengan baik. Pemain politiknya adalah seluruh anggota keluarga, ayah, ibu, dan anak-anak, serta anggota kelu
  • 7

    Jun

    Captcha Bukan Capcay!

    Ruang diskusi diblog terkadang memang memerlukan moderasi untuk menghindari komentar-komentar yang terlalu jauh melenceng dari topik yang dibahas dalam sebuah postingan, tergantung dari pemilik blog masing-masing “sehalus” apa komentar yang ingin diloloskan dalam ruang komentar yang telah disediakan. Bagi sebahagian pembaca blog maupun blogger itu sendiri merasakan bahwa untuk beberapa postingan ia perlu untuk berkomentar dengan serius menanggapi postingan yang ia baca ataupun hanya komentar absensi saja. Di blogdetik mempunyai kemudahan untuk berkomentar meskipun tidak memiliki blog. Cukup dengan membuat id maka ia bisa berkomentar suka-suka. Tetapi tidak dengan apa yang terjadi akhir-akhir ini, berkomentar tak cukup mudah untuk dilakukan karena adanya captcha yang bisa bikin
  • 5

    May

    Menyoal Buku Guru Kehidupan (2)

    Bila peran kontributor dinihilkan alias tidak diakui dalam buku “Guru Kehidupan” yang memuat 30 kisah inspiratif tersebut, berarti ada ketidak jujuran yang telah dilakukan dalam proses penyusunan menjadi sebuah buku. Mengakui keterlibatan seseorang dalam proses pembuatan sebuah naskah tulisan menjadi sebuah buku merupakan apresiasi yang harus dimiliki setiap penulis buku, meskipun kemudian buku tersebut tidak menjadi buku best seller ataupun menjadi karya monumental. Bahkan untuk mereka-mereka yang tidak terlibat dalam pembuatan naskah saja bisa diberikan apresiasi, walau hanya memberikan betikan inspirasi apalagi bagi seorang kontributor. Kita jangan tafsirkan bahwa apresiasi tersebut semata-mata berupa materi, hanya karena tulisan yang menjadi buku tersebut diperjual-belika
  • 6

    Apr

    Tentang Sang Imajiner & Rumahkayu

    (tulisan kelima) Entahlah apa yang ada dikepala para fans yang sebelumnya menganggap Kuti sebagai sahabat mereka?, ketika pengelola blog s3lingkuh masih berada di jalan yang “lurus”, tetapi ketika Kuti bertemu persimpangan dan akhirnya belok “kanan” menuju rumah barunya yaitu “rumahkayu” seketika itu pula pupus rasa yang sebelumnya dimiliki. Perubahan drastis “alur kehidupan” Kuti yang tadinya lekat dengan dunia kelam, dunia perselingkuhan yang tentu saja dahulu cerita diblognya masih dianggap sebuah kebenaran (atau sampai saat ini masih dianggap cerita nyata, bukan fiksi, entahlah?) oleh fans beratnya, menuju kehidupan barunya menjadi sosok seorang suami yang mencintai istri dan keluarganya, dianggap sebuah kesalahan?. Bahwa tak ada lagi oo
- Next

Author

Follow Me