• 4

    Jun

    KRL yang Makin Memprihatinkan

    * Tulisan ini dibuat oleh blogger tamu, Dee MASIH dimana keretanya? Pertanyaan semacam itu adalah pertanyaan rutin yang ditanyakan oleh ribuan orang, berulang- ulang, setiap hari di setasiun- setasiun dimana KRL Jabodetabek melintas. Pertanyaan yang tampak sederhana itu sebenarnya menunjukkan hal yang tak sederhana. Hal itu sebenarnya menunjukkan betapa tidak dapat diandalkannya sistem manajemen KRL. Sebab jadwal KRL sangat sering tak terpenuhi . Jangankan penumpang, bahkan petugas loket dan penjaga pintu di setasiunpun sering tak tahu ada dimana kereta yang dinanti tersebut berada pada saat itu. Belum ada kabar adalah jawaban yang sangat populer. Lalu saat belum ada kabar seperti itu, penumpang dibiarkan menanti.. menanti.. menanti, dalam ketidakpastian. *** Hampir setahun yang lalu, a
  • 6

    Jan

    Kubangan Kerbau Di Jalur Export-Import

    Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Marunda adalah salah satu pusat penyangga kegiatan export-import yang ada di Tanjung Priuk. Sebuah wilayah yang ditata-kelola oleh Badan Usaha Milik Negara. Depo container empty dan full, tempat produksi pakaian jadi, pengolahan minyak kelapa sawit, depo pengisian LPG, pergudangan umum dan berikat dan bermacam usaha-usaha yang menunjang kegiatan export-import lainnya ada diwilayah ini. Satu masalah klasik yang mendera wilayah ini adalah soal kelayakan jalan. Hal ini menjadi beban bagi para pengusaha, karena harus mengeluarkan biaya lebih dan waktu yang tidak sedikit, akibat sering rusaknya jalan-jalan di seluruh kawasan KBN Marunda ini. Kawasan Logistik Marunda merupakan salah satu sudut wilayah dari KBN Marunda. Ditempat ini banyak berdiri d
  • 4

    Jul

    Mengapa KRL Ekspres Dihapuskan?

    * Tulisan ini dibuat oleh blogger tamu, Dee SESAAT menjelang aku membuat tulisan tentang kebijakan terbaru PT. Kereta Api Indonesia Persero ( PT. KAI ) menyangkut dioperasikannya Commuter Line, kucoba untuk memahami cara pandang mereka dengan melihat apa visi dan misi perusahaan ini. Dan inilah yang kutemukan dalam website mereka: Visi Perusahaan : Menjadi penyedia jasa perkeretaapian terbaik yang fokus pada pelayanan pelanggan dan memenuhi harapan stakeholders. Misi Perusahaan : Menyelenggarakan bisnis perkeretaapian dan bisnis usaha penunjangnya, melalui praktek bisnis dan model organisasi terbaik untuk memberikan nilai tambah yang tinggi bagi stakeholders dan kelestarian lingkungan berdasarkan 4 pilar utama : keselamatan, ketepatan waktu, pelayanan dan kenyamanan. Tentu saja aku
  • 2

    May

    Bukan Review Buku "Guru Kehidupan" Karya MT

    Belajar hidup kaya dari si miskin, begitulah kalimat yang bisa kita baca dari sampul depan buku “Guru Kehidupan” karya Matahari Timoer atau yang biasa disapa dengan Kang MT. Buku ini memuat 30 kisah inspiratif tentang hidup terhormat dalam keterbatasan. Sudah setahun yang lewat saya miliki buku ini, buku yang saya dapatkan langsung dari penulisnya ketika ada acara kopdar dblogger di Lebak Bulus. Buku setebal 238 halaman ini tidak hendak saya review isinya, karena sebenarnya apa yang dituliskan oleh sang penulis sebenarnya lekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Nilai-nilai kebaikan yang terkadang kita luput untuk mencermati, tetapi kita merasakan dan mungkin pula melakukan hal yang sama seperti yang penulis tuliskan. Dalam postingan kali ini saya hendak menyodorkan kepada pa
  • 14

    Jun

    Geliat Ekonomi Di Trotoar-Trotoar Jakarta

    Jakarta menjadi tempat untuk mewujudkan impian bagi banyak orang (minus one), termasuk pedagang asongan yang berdagang disebuah halte Bendungan Hilir. Untuk mengusir kejenuhan dari rutinitas pekerjaan, minggu siang kemarin saya menyusuri sebagian jalan-jalan kota Jakarta dengan naik bis jurusan Tj. Priok-Tanah Abang. Geliat perekonomian mikro begitu terasa sesampainya dipasar Tanah Abang, mulai dari penjual barang-barang bekas khusus peralatan rumah tangga yang beraneka jenis, pedagang buah-buahan, buku-buku bekas dari majalah hingga novel saduran dan novel picisan karya anak negeri, hingga pedagang pakaian yang semua transaksi dilakukan diatas trotoar yang seharusnya menjadi milik pejalan kaki. Atap-atap tempat mereka berjualan yang sudah compang-camping menegaskan potret keindahan ̶
- Next

Author

Follow Me